Kesehatan

Hati-hati Salah Beri Pertolongan Pertama, Ini Beda Gejala Malaria dan DBD

Gejala Malaria dan DBD

Sekilas  gejala malaria dan DBD memang mirip, yakni memiliki gejala utama demam. Namun, malaria dan DBD merupakan jenis penyakit yang berbeda. Jenis nyamuk yang menularkan saja berbeda. Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Sedangkan DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Karakteristik, tempat hidup dan penularannya pun berbeda.

Nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air bersih. Ia  membawa virus dengue yang ditularkan melalui gigitan. Sedangkan Nyamuk Anopheles berada di air kotor. Ia membawa parasit melalui gigitan, kemudian masuk ke peredaran darah menuju hati, diteruskan menyerang sistem tubuh.

Berikut akan dipaparkan beberapa perbedaannya lebih jauh. Dengan demikian kamu bisa lebih jeli dalam membedakannya, sehingga dapat mengambil langkah pertolongan pertama dengan tepat.

1. Masa Inkubasi

Masa inkubasi merupakan waktu yang diperlukan  oleh virus untuk menginfeksi tubuh hingga menimbulkan gejala. Malaria secara umum memiliki masa inkubasi sekitar7-30 hari hingga gejala muncul. Sedangkan DBD memiliki masa inkubasi 4-10 hari setelah terkena gigitan. DBD menyerang tubuh secara mendadak. Sedangkan malaria  membutuhkan waktu yang lebih lama hingga timbul gejala.

2. Gejala

Gejala umum yang terjadi antara malaria dan DBD sama, yakni demam. Namun, tipe demamnya berbeda. Demam pada DBD merupakan demam tinggi  selama 2-7 hari. Gejala lain yang menyertainya, yakni nyeri otot bintik-bintik pada kulit, mimisan dan gusi berdarah.

Sedangkan pada malaria, gejala demamnya bervariasi tergantung jenis parasit yang menginfeksi. Misalkan, malaria tertiana memiliki gejala demam periodik 3 hari, malaria quartana 4 hari sekali, serta tropikana yang memiliki gejala demam terus menerus. Gejalanya diawali fase menggigil, lalu demam berkeringat diiringi nyeri otot, mual dan muntah.

3. Cara Mencegah

Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk, baik malaria maupun DBD, antara lain:

  • Oleskan lotion atau gunakan obat nyamuk
  • Pakai pakaian lengan panjang dan celana panjang
  • Gunakan kelambu dan rawat dengan memberikan insektisida permetrin
  • Semprotkan insektisida ke pakaian, karena gigitan nyamuk dapat menembus pakaian tipis.
  • Semprotkan insektisida sejenis pada kamar sebelum beranjak tidur.

 

4. Pertolongan Pertama yang dapat Diberikan

Jika kamu merasa demam dan memiliki gejala serupa dengan yang dipaparkan di atas, alangkah baiknya segera melakukan pertolongan pertama. Kemudian membawanya ke rumah sakit agar segera ditindak lebih lanjut. Adapun pertolongan pertama yang dapat kamu lakukan adalah:

  • DBD
  • Minumlah air sebanyak mungkin
  • Kompres dengan air hangat agar panas bisa cepat turun
  • Berikan obat untuk menurunkan panas
  • Malaria
  • Baringkan dan selimuti penderita saat ia mulai menggigil
  • Sering-seringlah berendam dengan air panas atau air hangat
  • Konsumsi sayur serta buah-buahan

Itulah tadi perbedaan gejala penyakit malaria dan DBD. Jika memang memungkinkan, segera periksakan diri ke rumah sakit agar mendapatkan diagnosa yang lebih pasti. Penderita pun tidak terlambat untuk ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *